Model-Model Pengembangan Kurikulum


1.Pengertian pengembangan kurikulum
Pengembangan kurikulum adalah usaha yang terus menerus untuk merancang,melaksanakn,dan memperbaiki kurikulum agar sesuai dengan tujuan pendidikan,kebutuhan peserta didik,dan perkembangan zaman.Oleh karena itu ,kurikulum tidak hanya mengajarkan teori saja ,melainkan juga praktik. 

Model-model Pengembangan kurikulum
  1. Model Rasional-objektif (Tyler model)
Model ini menekannakan pada langkah yang teratur dan sis,memilih pengalaman belajar,sistematis,yaitu : menentukan tujuan,memilih pengalaman belajar,mengatur pembelajaran,menilai hasil belajar.
Fokus utamanya adalah pencapaian tujuan pendidikan.Contoh : Guru ingin mengajar  sholat fardhu.
     
     2. Model Saylor,Alexander,dan Lewis
Model ini melihat pengembangan kurikulum sebagai proses yang merencanakan tujuan,memilih materi,mengatur pembelajaran,dan melakukan evaluasi secara menyeluruh agar tujuan pendidikan tercapai.
Contoh : Sekolah menyusun program pembelajaran pendidikan agama islam selama satu semester.

     3.Model Taba (Grass-Roots Model)
Model ini menekankan peran guru sebagai pengembang kurikulum.kurikulum di susun berdasarksn kebituhan nyata peserta didik,di mulai dari analisis kebutuhan hingga evaluasi pembelajaran.
Contoh : Guru melihat siswa belum lancar membaca.

     4.Model Beauchamp
Beaucamp memandang kurikulum sebagai sistem yang melibatkan kebijakan,filosofi pendidikan,dan keputusan administratif.Ia menekankan pada hubungan antara tujuan pendidikan,isi materi,pengalaman belajar,evaluasi yang saling mempengaruhi.

     5.Model Situasiona(Skilbeck)
Model ini menyesuaikan kurikulum dengan kondisi nyata di sekolah dan masyarakat,seperti lingkungan,budaya,dan kebutuhan peserta didik.Bersifat fleksibel dan kontekstual.
Contoh : Sekolah berada di daerah pesisir.

     6.Model CIIP(Context,Input,Process,Product)
Model evaluasi yang di kembangkan Stufflbeam menempatkan penilaian sebagai pusat pengembangan kurikulum.Empat elemen-konteks,masukan,proses,dan produk-di gunakan untuk menilai apakah kurikulum sesuai kebutuhan,di rancang dengan baik,di implementasikan efektif,dan memberikan hasil yang di harapkan.

      7.Model Posner(Analisis kurikulum)
Posner mengembangkan pendekatan analisis untuk menilai koherensi kurikulum.Ia menyarankan telaah mendalam terhadap komponen tujuan,konten,metode dan evaluasi untuk memastikan tidak terjadi kesenjangan antara rancangan dan praktik.

      8.Model Berbasis Kompetensi
Pada abad ke-21,model berbasis kompetensi menjadi dominan.Kurikulum di rancang agar peserta didik dalam kehidupan sosial.Materi dan metode di arahkan agar peserta didik mampu berpikir kritis,kreatif.dan kolaboratif.
      
       9.Model kurikulum Berbasis Masalah(Problem centered currikulum)
Model ini menekankan pada pemecahan masalah nyata yang di hadapi peserta didik dalam kehidupan sosial.Materi dan metode di arahkan agar peserta didik mampu berpikr kritis,kreatif,dan kolaboratif.

       10.Model Integratif dan Interdisipliner
Model ini menata kurikulum agar berbagai mata pelajaran terhubung secara tematik atau berbasis oroyek.Peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang holistik,bukan sekedar potongngan di siplin ilmu.

       11.Model Administratif (Top-Down)
Dalam model ini, kurikulum di tentukan oleh pemerintah atau lembaga pusat ,lalu di terapkan oleh sekolah dan guru.
Contoh : pemerintah menetapkan kurikulum merdeka.

2.Pendekatan Pengembangan Kurikulum
Pendekatan pengembangan kurikulum adalah kerangka berpikir dalam merancang,melaksanakan,dan mengevaluasi kurikulum agar selaras dengan kebijakan pendidikan,kebutuhan peserta didik,serta perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.Pendekatan ini menjadi dasar filosofis,sosiologis,dan pedagogis dalam penyusunan kurikulum.

Sudut pandang kebijakan pengembangan kurikulum

Pengembangan kurikulum merupakan instrumen strategis negara untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pemerintah menetapkan kerangka dasar ,standart,dan capaian pembelajaran,namun melalui kurikulum merdeka sekolah dan guru di berikan ruang penyesuaian kurikulum dengan kunteks lokal,karakteristik peserta didik,dan kebutuhan masyarakatdengan tetap menekankan pada penguatan kompetensi dan karakter.

Pengorganisasian isi kurikulum

Pengorganisasian isi kurikulkum dengan penyusunan dan pengurutan materi pembelajaran.
Pengorganisasian ini di rancang secara sistematis yang mana dapat di lakukan melalui pendekatan-pendekatan misalnya pendekatan disipliner /integratif tetapi tetap memperhatikan kesinambungan    dan keterpaduan materi.

Orientasi penyususunan kurikulum

Orientasi penyusunan kurikulum menunjukkan fokus utama proses pendidikan.Kurikulum berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik,selain itu kurikulum juga di arahkan pada pembentukan karakter dan nilai-nilai pancasila agar siap menghadapi perubahan zaman serta masa depan yang lebih baik.


Semoga bermanfaat!
see you 




Komentar

Postingan Populer