PENGEMBANGAN ESTETIKA ANAK TINGKAT SD

 

PENGEMBANGAN ESTETIKA ANAK TINGKAT SEKOLAH DASAR

Setiap anak memiliki keunikan dalam cara berpikir,merasakan,dan mengekspresikan diri.Salah satu aspek penting dalam menumbuhkan kembang mereka adalah perasaan estetika,yaitu kemampuan untuk menghargai keindahan (baik berbentuk karya seni,lingkungan,maupun perilaku sehari-hari.Dalam tingkat SD,perkembangan estetika menjadi dasar pembentukan kepribadian anak menjadi lebih peka, kreatif, dan memiliki kehalusan budi pekerti.   

APA ITU ESTETIKA ANAK?

A.Pengertian Dari Estetika Dalam Konteks Pengembangan Anak Usia Sekolah Dasar

Estetika berasal dari Bahasa Yunani, (αισθητική) aisthetike. Pertama kali digunakan oleh filsuf Alexander Gottlieb Baumgarten pada tahun 1735 untuk memahami ilmu tentang hal yang bisa dirasakan melalui perasaan.[1]

 [1]Lucky Wijayanti, “MODUL Mtk Estetika Kriya”, Intitut Kesenian Jakarta, hlm.1, Diakses 3 Oktober 2025, https://repository.ikj.ac.id/

B.Tahap-Tahap Perkembangan Estetika Anak Sekolah Dasar

Tahap perkembangan estetika anak SD, terutama berdasarkan teori Lowenfeld dan Brittain, mencakup tahap

~Pra-Bagan (4-7 tahun), di mana anak mulai membentuk skema sederhana tentang objek.

~Bagan (7-9 tahun), di mana mereka menggambar berdasarkan pengalaman dan imajinasi dengan menggunakan garis-garis dasar yang mengarahkan bentuk. Setelah itu, masuk ke tahap

~Realisme Awal (9-12 tahun), ketika anak mulai menggambar dengan lebih rinci dan memperhatikan proporsi serta detail yang lebih akurat.

C. Tahap-Tahap Pengembangan Kreativitas Anak Sekolah Dasar

~Persiapan (Persiapan), Pada tahap ini, individu berusaha mengumpulkan informasi atau data untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Namun pada tahap ini belum ada arah yang tetap meskipun sudah mampu mengeksplorasi berbagai alternatif pemecahan masalah.

~Inkubasi (inkubasi), pada tahap ini individu seoah-olah melepaskan diri untuk sementara waktu dari masalah yang menghadangnya, dalam pengertian tidak membujuk secara sadar melainkan 'menghadapinya' dalam alam pra-sadar.

~Iluminasi (iluminasi), pada tahap ini individu sudah dapat timbul inspirasi atau gagasan-gagasan baru serta proses-proses psikologis yang mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi atau gagasan baru.

~Verifikasi (verifikasi), pada tahap ini gagasan yang telah muncul dievaluasi secara kritis dan konvergen serta menghadapkannya pada kenyataan. [2]

[2]Yndi Hfizallah, “Tahap Dan Perkembangan Kreativitas Anak”, Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, Vol. 2, No.1, (2016): hlm. 54.

 

D.Karakteristik Seni Ekspresi pada Anak Tingkat Sekolah Dasar

Karakteristik ekspresi ini terbagi 2 ada pada kelas rendah dan kelas tinggi

a.Kelas Rendah

·         Seni Rupa

Anak biasanya memiliki imajinasinya sendiri-sendiri ,yang mana mereka bisa menuangkan imajinasinya melalui seni,serta mengasah motoriknya juga baik itu motorik kasar maupun halus.Misalkan mewarnai,melukis,membuat kerajinan tangan dan lain-lain.

·         Seni Musik

~ Nada dan Melodi : Suara yang dihasilkan merdu namun belum tentu tepat nadanya.

~ Struktur Sederhana: Memiliki struktur dan irama yang sederhana.

~ Tempo Konstan: Irama cenderung konstan dan tidak banyak berubah. [4]

 

[3]Nur Hanifah, “Kemampuan Dasar dan Karakteristik Seni Anak SD”, (2024), Di akses pada 3 Oktober 2025, https://kumparan.com/

[4]Sugeng Utuh Priyanto, “Pendidikan Musik untuk Anak Usia Dini”, E-Journal Unesa, Hlm. 45,

 

·         Gerak Tari 

 Menirukan :Siswa biasanya menirukan apa yang di lihatnya secara langsung 

 Memanipulasi :Siswa melakukan pengamatan terlebih dahulu kemudian bergerak seperti apa yang telah di lihatnya.

b.Kelas Tinggi

·         Seni Rupa

~ Keterampilan motorik halusnya sudah mulai berkembang.

~ Detail dan komosisi : objek karya seninya lebih jelas.

~ Imajinasi dan gagasan :imajinasinya lebih berkembang dan tertata.

·         Musik

~ Kompleksitas: Melodi dan harmoni mulai lebih kompleks, meski tetap mudah diterapkan.

~ Dinamika dan Tempo: Penggunaan dinamika dan variasi tempo mulai lebih bervariasi.

~ Interpretasi: Mampu menginterpretasikan suasana (misalnya gembira, sedih) ke dalam bentuk iringan musik.

 

[6]Nur Hanifah, “Kemampuan Dasar dan Karakteristik Seni Anak SD”, (2024), Di akses pada 3 Oktober 2025, https://kumparan.com/

 

·         Gerak Tari

~ Kesaksamaa : peserta didik mampu mengekspresikan apa yang telah dilakukannya.

~ Artikulaasi : peserta didik dapat menyusun gerak dan objek yang di minati.

~ Naturalisasi : anak sudah memiliki keterampilan gerak yang cukup tinggi.

 

E.Hubungan antara perkembangan estetika dan pertumbuhan emosi, motorik, dan kognitif anak

    1. Hubungan dengan pertumbuhan emosi: Seni rupa, musik, dan tari dapat menjadi media yang efektif bagi anak untuk menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
    2. Hubungan dengan pertumbuhan motorik: Aktivitas estetika melibatkan gerakan tubuh yang terkoordinasi, sehingga memfasilitasi perkembangan keterampilan motorik kasar (menggambar, melukis, menggunting, dan membuat patung melatih koordinasi mata dan tangan, kekuatan jari, serta ketangkasan.) dan halus (Gerak tari dan bermain musik melatih keseimbangan, koordinasi, dan kelincahan tubuh secara keseluruhan).
    3. Hubungan dengan pertumbuhan kognitif: Pengalaman estetika merangsang berbagai fungsi kognitif anak dan mendorong kemampuan berpikir kreatif. Seni memberi kesempatan kepada anak untuk bereksperimen, berpikir di luar kebiasaan, dan mewujudkan ide-ide imajinatif mereka menjadi suatu karya. [8]

 

[8]Admin Disdikpora. “Manfaat Aktivitas Seni Untuk Anak Usia Dini”, (2023). Di akses pada 3 Oktober 2025, https://disdikpora.bulelengkab.go.id/

 


Komentar

Postingan Populer